Tuesday, March 29, 2016

Transportasi Langsung Ke Mandeh dari Padang


VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf

Wisatawan Bisa Berlayar ke KWT Mandeh dengan Kapal Kuburaya Ekspress dari Muaro Padang
"Insyaallah direncanakan April masyarakat kita sudah bisa berlayar dari Muaro ke Mandeh juga bisa singgah di Pulau Pagang, Pulau Sikuai, pasumpahan, cubadak, juga kapo-kapo. Jadi masyarakat nanti tidak hanya berlayar dari muaro lalu ke mandeh saja tetapi juga bisa menikmati keindahan wisata dengan singgah di beberapa pulau tersebut."

Untuk informasi lain silahkan gabung di Group PARIWISATA SUMBAR
 
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf


untuk berita lain mengenai transporasi ke Mandeh,  baca link ini

sumber

 

VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf