Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sunday, June 12, 2016

Kemenpar: Mandeh bakal jadi KEK pariwisata




| 3.203 Views

Kawaswan Wisata Mandeh, Sumatera Barat. (googlemaps.com)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata menyatakan wilayah Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, bakal menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata dengan menonjolkan keindahan wisata bahari.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudhy Thaib dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan setelah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menetapkan Mandeh sebagai sentra pariwisata, sekitar 400 hektare lahan di Mandeh akan dibangun pusat amenitas seperti hotel, balai pertemuan (convention hall), restoran, dan sebagainya.

Mandeh terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, berbatasan langsung dengan Kota Padang.

Pertengahan 2017, kawasan Mandeh yang berjarak 56 kilometer dari Kota Padang itu menjadi KEK pariwisata dan akan menjadi seperti kawasan Nusa Dua, Bali.

"Dulu, Nusa Dua jauh dari Denpasar, jauh dari keramaian Kuta, dan minim fasilitas publik. Sekarang, Nusa Dua sudah berkelas dunia dan menjadi pusat konvensi," kata Hiramsyah.

Mantan Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2002 mengatakan dampak KEK itu buat perekonomian sangat signifikan dan Mandeh kelak bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan industri di Sumbar.

"Area 400 hektare itu sebagai KEK pariwisata. Tapi yang terdampak oleh KEK itu adalah seluruh Sumatera Barat," katanya.

Hiramsyah sependapat dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menempatkan Mandeh sebagai "Raja Ampat Sumatera" sebagaimana pesona yang dimiliki Raja Ampat di Papua Barat.

Kekuatan pesona Mandeh ada di bahari, wisata laut, pantai dan bawah laut.

"Sekarangpun Mandeh sudah menjadi objek wisata tetapi belum dioptimalkan. Saat ini Mandeh belum bisa dijadikan sebagai destinasi wisata utama. Maka dari itu perlu dilakukan pembangunan ini," kata Hiramsyah yang sudah keliling kawasan Mandeh melalui laut.

Meskipun pemanfaatan pariwisata Mandeh belum optimal, kawasan ini sudah dipadati oleh wisatawan nusantara dan mancanegara setiap tahun.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

sumber berita
read more

Thursday, June 02, 2016

BAHASA INDONESIA BAHASA ASEAN


Bila tak ada halangan pada bulan September nanti, para delegasi ASEAN Inter-Parliamentary Assemby (AIPA) menggelar pertemuan lanjutan di Kamboja. Yang menarik, dalam pertemuan itu akan diputuskan, apakah bahasa Indonesia akan menjadi bahasa resmi negara-negara ASEAN.

Hal ini
terungkap dari pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang menjadi salah seorang delegasi Indonsia disela-sela pertemuan tingkat tinggi KTT. “Usulan (bahasa Indonesia bahasa resmi ASEAN) pada tahun lalu itu sudah diterima oleh seluruh delegasi. Karena apa, Thailand salah satunya menggunakan bahasa Indonesia, Filipina Selatan, Malaysia, Singapura, Brunei juga. Jadi hampir sebagaian anggota (ASEAN) berbahasa Indonesia,” kata Marzuki Alie.

“Begitu kita sampaikan, langsung bisa saling mengerti dan memahami,” ujarnya. Bahasa Indonesia dianggap layak menjadi bahasa resmi ASEAN. Apalagi, hampir di beberapa negara di Asia Tenggara akrab dengan bahasa Indonesia. Bahkan di Australia, Bahasa Indonesia dijadikan kurikulum di sekolah.

“Sudah sepantasnya begitu, bahasa Indonesia jadi bahasa resmi ASEAN. Karena dari jumlah pemakai, ya memang bahasa Indonesia yang terbanyak. Akan lebih besar jika ditambah Malaysia dan Brunei yang serumpun bahasanya,” kata aktivis sekaligus politisi PDI-P, Eva Kusuma Sundari.

Eva yakin, peluang Bahasa Indonesia disahkan menjadi Bahasa di ASEAN semakin besar. Alasannya, di Australia, dengan pertimbangan politis mengajarkan bahasa Indonesia menjadi kurikulum resmi. “Artinya, Bahasa Indonesia mempunyai peluang menjadi bahasa resmi dunia dan itu dimulai di ASEAN. Tak ada aliternatif bahasa lain selain bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN,” Eva meyakini.
Sumber : www.mindtalk.com

read more

Wednesday, June 01, 2016

KWB MANDEH - IKON WISATA SUMBAR



Padang, Editor.- Setelah memutuskan mengusulkan kawasan wisata bahari terpadu Mandeh untuk digarap menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menetapkan Mandeh sebagai ikon wisata untuk menjadi brand atau merek pariwisata Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, dipilihnya Mandeh sebagai brand karena kawasan tersebut mewakili citra hampir seluruh destinasi wisata di ranah Minang, yakni destinasi pantai, kepulauan, dan perbukitan dengan pemandangan alam yang menawan. Selain Mandeh, Sumatera Barat juga memilih rendang sebagai ikon makanan khas yang sehat dan lezat.
“Dulu Bukittinggi jadi ikon, sekarang Mandeh kita putuskan untuk dijadikan brand. Mandeh memiliki nilai jual yang tinggi, serta memang sudah siap untuk dipasarkan pada wisatawan, tinggal kita tentukan taglinenya. Sudah ada wahana yang lengkap disana, akses menuju lokasi juga dipersiapkan,” terangnya usai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Sumatera Barat tahun 2016-2021 di Padang, Selasa (31/05/2016).
Irwan Prayitno berharap, dengan dipilihnya Mandeh sebagai brand pariwisata Sumatera Barat, persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata di Ranah Minang semakin positif, sehingga kunjungan wisata meningkat.
Senada dengan Gubernur, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib mengatakan, kunci sukses untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pendongkrak pendapatan daerah, yakni branding, advertising, dan selling. Untuk itu sudah sangat tepat Sumatera Barat menetapkan Mandeh sebagai brand, yang selanjutnya harus ditindaklanjuti dengan promosi serta mengatur strategi penjualan.
“Saya yakin kalau 3 langkah itu dilakukan, akan terjadi peningkatan kunjungan wisata ke Sumatera Barat, tidak saja ke Mandeh tapi juga ke lokasi lain. Tidak mungkin juga wisatawan datang hanya untuk menikmati satu destinasi,” terangnya.
Hiramsyah menambahkan, agar kunjungan wisata meningkat, juga perlu dilakukan pembenahan di Sumatera Barat, khususnya untuk infrastruktur menuju titik wisata. Selain itu harus dibangun kekompakan dari pemerintah dengan seluruh elemen dalam melakukan promosi.
“Akhir pekan ke Bukittinggi dan sekitarnya pasti macet. Begitu pula ke Mandeh. Infrastruktur yang harus dibenahi. Kesepakatan ke mana arah pengembangan wisata juga harus dibicarakan dengan seluruh elemen,” pungkasnya. ** Zardi/Hms


sumber berita
read more

Tuesday, May 31, 2016

Kita Cinta Pariwisata Indonesia



Pada tahun ini, Garuda Indonesia melalui program “Wonderful Indonesia Travel Pass”  terpilih menjadi salah satu kandidat juara dari kategori Communications Campaign Destinations dalam kompetisi pariwisata L’Echo Touristique 2016 di Perancis.
L’Echo Touristique merupakan kompetisi pariwisata yang diselenggarakan oleh Lembaga Media Echo Touristique Price di Perancis. Tahun ini, kompetisi lebih menggarisbawahi sisi inovasi dalam bidang pariwisata.
Dalam penyelenggaraan L’Echo Touristique yang kelima ini, terdapat 11 kategori yang dilombakan, yaitu: Start-up, Activity Travel Outlets; Communications Campaign Destinations; Hotel concept; Business Offer; New Technologies; Offer France;  Offer transport; Customer Service;  Site B to B; dan Sustainable Tourism.
Pada kategori Sustainable Tourism Indonesia mengirimkan dua kandidat yaitu Pemerintah Banyuwangi dengan program “The first Green Airport in Indonesia” dan Yayasan Karang Lestari dengan program “Karang Lestari Reef Conservation”.
Proses penjurian telah dimulai, dilakukan oleh juri-juri terpilih dan juga dengan sistem pemungutan suara yang dilakukan secara online melalui situs kompetisi. Berikut langkah-langkahnya:
1. Klik tautan website: http://www.indonesie-tourisme.fr/vote.htm
2. Isi formulir dengan profil anda (semua harus diisi)
Keterangan:
  • Civile : Status (Mlle: Nona; Mme: Nyonya; Mr: Tuan)
  • Prénom : Nama depan
  • Nom : Nama belakang
  • Société : Perusahaan atau sekolah
  • Email : email anda
3. Pilih 1 nominasi dari setiap kategori
4. Di kategori Campagne de communication destinations (baris keempat), Pilih WONDERFUL INDONESIA TRAVEL PASS
5. Pergi ke bawah dan klik JE VALIDE.
Mari dukung Wonderful Indonesia dan Garuda Indonesia dan ajak sebanyak-banyaknya orang untuk turut memberikan suara ya !



sumber berita
read more

Wednesday, April 20, 2016

Kereta Gantung Kawasan Mandeh

cable car




Wacana pembangunan kereta gantung yang menghubungkan beberapa pulau di KWBT Mandeh dengan pusatnya berada di puncak panorama 1 Mandeh ini telah didengungkan sejak 2015 kala beliau (Nasrul Abbit) masih menjabat sebagai Bupati kabupaten Pesisr Selatan.

Sejak kedatangan Bapak Jokowi ke KWBT Mandeh dan dikucurkannya dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur kawasan Mandeh sebesar 450 M dan telah menjadi wakil gubernurnya bapak Nasrul Abbit semoga realisasi dari wacana kereta gantung ini seharusnya menjadi lebih mudah. Insya Allaah.  

=============

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tampak sangat serius untuk mengembangkan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh sebagai salah satu objek wisata andalan di daerah tersebut.
Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah adanya rencana pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan tersebut.
Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abbit mengungkapkan rencana pembangunan kereta gantung antar pulau di KWBT Mandeh untuk mempermudah akses bagi wisatawan yang berkunjung.
Kereta gantung tersebut rencananya akan menghubungkan beberapa pulau di KWBT Mandeh dengan pusatnya berada di puncak panorama I Mandeh.
Namun rencana ini menurut Nasrul Abbit butuh kajian para ahli, mengingat kereta gantung akan melintasi teluk dan laut dimana perlu diperhitungkan berbagai aspek dengan cermat.
“Kita berada di kawasan pantai, tentu perlu mem­per­hitungkan arah angin yang masuk kekawasan teluk, dan ini hanya bisa diketahui oleh yang ahli,” kata Nasrul Abbit seperti dilansir oleh Haluan.

sumber
read more

Sunday, April 17, 2016

HANYA PERLU PASPOR UNTUK MENGUNJUNGI NEGARA INI

Passport Indonesia biasa dan elektronik. Untuk passport indonesia yang elektronik bisa digunakan untuk mencari visa waiver di beberapa negara. Misalnya negara Jepang.

Ingin bepergian namun sulit mengurus visa ? Bila kalian jeli, passpor indonesia ini masih bisa memasuki hingga total 56 negara tanpa perlu repot. Sebagian besar orang Indonesia bisa masuk ke negara tadi hanya perlu menggunakan passport saja. Namun beberapa masih memerlukan visa, pun hanya Visa On Arrival yang bisa didapat dengan mudah di Bandara kedatangan.

Nah, untuk kalian yang ingin liburan ke luar negeri, namun tidak ingin direpotkan dengan yang namanya visa, kalian bisa mencoba untuk berkunjung ke 56 negara yang ada dibawah ini. Nah, Ini Dia 56 Negara Bebas Visa Untuk Passport Indonesia :
  • Armenia : Visa on arrival – 120 hari
  • Bahrain : eVisa – menggunakan eVisa mulai dari Oktober 2014
  • Belarus : Visa required – Visa dikeluarkan pada saat kedatangan di Bandara Internasional Minsk jika dokumen pendukung diserahkan selambat-lambatnya 3 hari kerja sebelum tanggal kedatangan.
  • Burundi : Visa on arrival – 30 hari; bisa didapat di Bujumbura International Airport
  • Cambodia : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Cape Verde : Visa on arrival
  • Chile : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja for 90 hari
  • China : Perlu visa – Penduduk Indonesian boleh mengunjungi Hainan, Hong Kong and Macau tanpa perlu daftar visa. Free visa masih sedang dibahas.
  • Colombia : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 90 hari on arrival, bisa diperpanjang hingga 90 hari lagi. Jadi total bisa 180 hari masa tinggal.
  • Comoros : Visa on arrival
  • Djibouti : Visa on arrival
  • Dominica : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 21 hari
  • Ecuador : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 90 hari
  • Fiji : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 4 bulans
  • Gambia : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 90 hari; harus mendapatkan ijin masuk dari Imigrasi Gambia sebelum melakukan perjalanan. (Baca Juga : Cara Membuat Visa Schengen Eropa Sendiri)
  • Guinea-Bissau : Visa on arrival – 90 hari
  • Haiti :Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 3 bulan
  • Hong Kong : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • India : Visa on arrival – 30 hari
  • Iran : Visa on arrival – Berlaku beberapa kondisi khusus, tanyakan pada kedubes Iran sebelum melakukan perjalanan.
  • Japan : Visa required – Tetapi ada visa waiver untuk masa tinggal selama 15 hari jika mempunyai e-paspor atau visa elektronik. Lebih jelas mengenai bebas visa jepang bisa dibaca disini : Punya E-Passport Indonesia? Daftar Bebas Visa Jepang (Visa Waiver) Yuk! Ini Caranya.
  • Jordan : Visa on arrival – 3 bulan
  • Kenya : Visa on arrival – 3 bulan
  • Kyrgyzstan : Visa on arrival – 1 bulan
  • Laos : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Madagascar : Visa on arrival – 90 hari
  • Malaysia : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Maldives : Visa on arrival – 30 hari
  • Mali : Visa on arrival
  • Mauritania : Visa on arrival
  • Micronesia : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Morocco atau Maroko : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 3 bulan
  • Myanmar : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 14 hari, atau menggunakan eVisa untuk 28 hari masa tinggal dan pemegang visa harus datang lewat Yangon, di Bandara Nay Pyi Taw atau Mandalay Airport.  (Baca Juga : Cara Mudah Membuat Visa Turis Australia)
  • Nepal : Visa on arrival – 90 hari
  • Nicaragua : Visa on arrival – 90 hari
  • Oman : Visa on arrival – 1 bulan 20 Rial (± $50) or 5 rial (±$15) for 10 hari
  • Palau : Visa on arrival – 30 hari
  • Papua New Guinea : Visa on arrival – 60 hari
  • Peru : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 183 hari
  • Philippines : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Saint Vincent and the Grenadines : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 1 bulan
  • Samoa : Entry Permit on arrival – 60 hari
  • Serbia : Visa required – Bebas visa untuk masa tinggal maksimum 90 hari bagi pemegang visa yang sah atau penduduk (permanen residen) dari negara-negara anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat. (Baca Juga : Panduan Cara Membuat Visa Amerika (US) Sendiri)
  • Seychelles : Visitor’s Permit on arrival, ijin masuk pada kedatangan. – 1 bulan
  • Singapore : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari
  • Somalia : Visa on arrival – 30 hari, tersedia surat undangan yang dikeluarkan oleh sponsor dan harus telah dikirimkan kepada Departemen Imigrasi Bandara minimal 2 hari sebelum kedatangan.
  • Sri Lanka : Bebas visa, daftar Electronic Travel Authorisation – 30 hari
  • Tajikistan : Visa on arrival – 45 hari
  • Tanzania : Visa on arrival.
  • Thailand : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari.
  • Timor-Leste : Visa on arrival – 30 hari.
  • Togo : Visa on arrival – 7 hari.
  • Turkey : eVisa – 1 bulan.
  • Tuvalu : Visa on arrival – 1 bulan.
  • Uganda : Visa on arrival.
  • Vietnam : Orang Indonesia nggak perlu visa, cukup passport saja – 30 hari.
  • Zimbabwe : Visa on arrival – 3 bulan.

    sumber
read more

Tuesday, March 29, 2016

Transportasi Langsung Ke Mandeh dari Padang


VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf

Wisatawan Bisa Berlayar ke KWT Mandeh dengan Kapal Kuburaya Ekspress dari Muaro Padang
"Insyaallah direncanakan April masyarakat kita sudah bisa berlayar dari Muaro ke Mandeh juga bisa singgah di Pulau Pagang, Pulau Sikuai, pasumpahan, cubadak, juga kapo-kapo. Jadi masyarakat nanti tidak hanya berlayar dari muaro lalu ke mandeh saja tetapi juga bisa menikmati keindahan wisata dengan singgah di beberapa pulau tersebut."

Untuk informasi lain silahkan gabung di Group PARIWISATA SUMBAR
 
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf


untuk berita lain mengenai transporasi ke Mandeh,  baca link ini

sumber

 

VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
VALORAnews---Kehadiran KM Bintang Mandeh menjadi solusi padatnya jalur darat. Lewat kapal tersebut, mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Padatnya transportasi darat membuat kita harus mulai memanfaatkan laut," kata Sekdaprov Ali Asmar saat meresmikan pemakaian KM Bintang Mandeh di cafe Karambia, Muaro, Sabtu (26/3/2016).
KM Bintang Mandeh merupakan kapal berkapasitas 50 orang. Kapal ini melayani rute Muaro Padang menuju Mandeh, Pesisir Selatan.
"Kalau kita wujudkan transportasi laut, maka masyarakat akan berpikir untuk memanfaatkan laut," tambah Ali Asmar.
Dikatakannya, saat ini jalur darat memang begitu padat. Padang - Bukittinggi selalu macet di waktu libur. Begitu juga ke daerah lain. "Kita berharap, transportasi jalur laut tidak hanya dibuka ke kawasan Mandeh saja, tetapi juga ke tempat lain seperti Padang ke Pariaman atau ke Air Bangis," tukuknya.
Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyambut baik kehadiran KM Bintang Mandeh. Mahyeldi berharap, hal ini juga diikuti oleh pemilik kapal lain. "Saat ini banyak perantau kita yang ingin membawa kapalnya ke sini. Ketika itu saya menawarkan rute ke Muaro Anai karena ada pelabuhan di sana," ungkap Mahyeldi.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa tak lama lagi kawasan Muaro akan ditata dengan baik. Selain diberi penerangan, sedimen di Muaro juga akan dikeruk. "Sekarang kita masih mencari lokasi pembuangannya," ujar Walikota.
Setelah dilakukan peresmian kapal tersebut dilakukan Mandeh Joy Sailing. Seluruh undangan menaiki kapal tersebut untuk kemudian bertolak menuju Mandeh. (rel)
- See more at: http://m.valora.co.id/berita/3548#sthash.sTS0Co9Y.dpuf
read more

Monday, March 28, 2016

Dukungan Untuk Investasi Hotel di Padang


Padang menjadi daerah kunjungan pertama bagi wisatawan yang ke Sumatera Barat. Selain sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat, Kota Padang merupakan daerah yang memiliki objek wisata yang cukup menarik. Tak heran jika investasi di bidang perhotelan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang.

“Sebagai Walikota Padang, saya memberikan dukugan kepada invetasi hotel, sehingga nantinya kunjungan ke Kota Padang semakin meningkat,” ujar Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo kepada wartawan, usai menerima kehadiran mantan Panglima TNI, Moeldoko di salah satu hotel di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (24/3).

Dibutuhkannya hotel di Padang menurut Mahyeldi karena daerahnya tengah mengembangkan wisata keluarga yang ramah dan nyaman. Sehingga nantinya mereka yang datang ke Padang dapat menginap dan membelanjakan uangnya di Padang.

Mahyeldi melihat, saat ini di Padang juga telah berdiri hotel syariah. Hotel ini menjadi pilihan bagi sejumlah tamu yang datang.

“Di Padang sudah berdiri hotel syariah, pernah suatu kali warga Malaysia datang ke Padang dan memilih hotel syariah yang kita miliki,” ungkapnya.

Hal ini juga telah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata serta Balai POM. Walikota berharap, ke depannya akan lebih banyak lagi hotel syariah yang tumbuh di Kota Padang.

“Mudah-mudahan dengan berkembangnya hotel syariah akan menjadi bagian dalam mendukung pembangunan Kota Padang,” sebut Walikota.

Alasan lain dibutuhkannya investasi perhotelan karena Padang akan menjadi tuanrumah sejumlah agenda berskala nasional maupun internasional. Karena itu perlu kesiapan, seperti tempat menginap dan lainnya. “Kita akan menjadi tuanrumah agenda besar, tentu butuh tempat menginap representatif,” pungkasnya. (Charlie)
sumber berita

sumber photo
read more

Wednesday, March 23, 2016

Jeritan Warga Puruih



Pembangunan Batu Grip di sepanjang pinggir pantai Purus adalah sebuah keharusan mengingat tingginya abrasi pantai Padang dan hal ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Bapak Ali Masri kepada wartawan Haluan beberapa tahun silam "Untuk mengatasi abrasi pantai ini, kami telah memiliki program pembangunan batu grip dikawasan tersebut pada tahun anggaran 2008-2009 silam. Namun, warga setempat belum bersedia menerima masuknya material ke sana, kata Ali Musri kepada Haluan, Rabu (21/9).
Seiring berjalanya waktu timbul beberapa masalah menurut laporan yang masuk kepada Pareso, yang seharusnya dialamatkan kepada Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, disebabkan oleh adanya pembangunan Batu Grip yang terlalu membengkok sehingga arus aliran air memungkinkan untuk menumpukkan sampah yang terbawa di pantai.

BUAT Bpk DINAS PARIWISATA SUMBAR,kapan tempat kami akan dibenahi?setiap kali hujan begini yg kami rasakan,ini adalah akibat batu grip yg bapak buat yg terlalu membengkok kearah tempat kami..makanya semua sampah berkumpul ditempat kami. niat bpk memang bagus,tapi maniayo bagi kami,aturan kabisa main surfing gara2 batu grip tu hilang ombak puruih,cubo pak paluruih grip tu,kalau ndak rancak jadi nyo. jaleh lo tampek wak ko tAmpek pembuang terakhir sarok ndak lo ba a do..jo tamu2 cAfe ndak do singgah dek mancaliak sarok tu..lah taniayo kami basamo dek manangguangan.. wak mohon untuak apak atau ibuk pariwisata tolong pacapek membenahi tampek kami ko..lah dari dulu bakecek an indak jo manggarik.. mambana sabaleh jo kapalo kami a, tolong lah benahi tampek kami ko lai apak atau ibuk.. trim's untuak apak atau ibuk yg mandanga rintiahan kami ko
Translate to Bahasa Indonesia

BUAT Bpk DINAS PARIWISATA SUMBAR ,kapan tempat kami akan dibenahi?setiap kali hujan begini yg kami rasakan,ini adalah akibat batu grip yg bapak buat yg terlalu membengkok kearah tempat kami..makanya semua sampah berkumpul ditempat kami. niat bpk memang bagus,tapi menganiayai kami, seharusnya kami bisa surfing tetapi gara2 batu grip itu hilang ombak puruih. Coba Bapak luruskan grip tersebut agar semua jadi lebih indah dan bukan lagi sebagai tempat penumpukan sampah . Selagi masih ada sampah maka sulit bagi cafe cafe yang telah tertata rapi untuk berkembang, apalagi kalau tamu melihat tumpukan sampah tersebut. kami benar benar teraniaya  karena tumpukan sampah tersebut.  . Kami mohon bapak atau ibuk pariwisata tolong dipercepat pembenahan masalah ini sebab sudah dari dulu hal ini dilaporkan tetapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata.  Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu yang mau mendengarkn rintihan kami ini....




Pareso
read more

Tuesday, March 22, 2016

Masjid Terapung, Pariaman



PARIAMAN AKAN MEMILIKI MASJID TERAPUNG?

Pemerintah Kota Pariaman menilai pentingnya kehadiran masjid agung ini bagi Kota Pariaman. Karenanya dihimbau agar masyarakat Pariaman, baik yang berada di ranah maupun di perantauan dapat membantu kesuksesannya. Membangun Masjid Agung ini sudah pasti membutuhkan biaya besar dan perlu dukungan dari semua pihak.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan hal itu pada sambutan acara presentasi 4 finalis sayembara merancang desain masjid Agung Kota Pariaman, Rabu (24/12/2014) di aula Balaikota Pariaman. Presentasi dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Syafinal Akbar dan Jhon Edward,Sekretaris Kota Pariaman Armen, Ketua MUISKPD, Camat, kepala desa/lurah se Kota Pariaman.

Dewan juri sayembara terdiri atas pakar arsitek dari Institute Tekhnologi Bandung (ITB), Universitas Sumatera Utara (USU), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan satu kalangan ahli ilmu Agama Islam. Dari karya yang masuk, ditetapkanempat tim finalis yang harus mempresentasikan gagasan pradisain Mesjid Agung Kota Pariaman atau Mesjid Terapung Kota Pariaman…. (Sitinjaunews).

Para Sahabat Pareso!
Bandingkan rancangan Masjid Terapung Pariaman dengan Masjid Terapung Pantai Losari Makassar!

Tentu saja kita semua sangat mendukung dan mendoakan agar rencana ini terlaksana dengan sukses!

Berikan support Anda dengan “Like” dan Amin!









Salam Hangat Pareso!
Junisra Syam
read more

Sea World in Padang West Sumatera



Semoga pencapaian ini akan bisa meningkatkqan PAD Kota Padang dan Sumatera Barat Khususnya dari sektor Pariwisata.

Padang - Pantai Padang, Sumatera Barat akan menjadi lokasi wisata menarik dan menyenangkan bagi keluarga. Seiring dengan rencana Pemerintah Kota Padang untuk menata dan membuat aneka permainan di Pantai Padang.

Bila Pantai Padang sudah benar-benar bersih dari bangunan serta lapak pedagang, nantinya Pemko Padang mulai menata objek wisata yang satu ini. Rencananya, Pemko Padang akan membangun "Sea World" dan aneka permainan lainnya di Pantai Padang. Hal ini dibenarkan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo. "Dalam hal ini kita mengundang investor yang ingin menanamkan modalnya, kita akan memberikan kemudahan," ujarnya.

Bangunan "Sea World" itu sendiri dibangun di kawasan Jetty atau samping jembatan Purus. "Sea World" adalah area permainan air berupa aquarium besar yang bisa dimasuki pengunjung, menyerupai "Sea World" di Ancol. Jika terwujud, ini akan menjadi "Sea World" pertama di Sumatera.

Tidak hanya membangun "Sea World", Pantai Padang juga menyajikan aneka permainan air bagi pengunjung. Bagi pengunjung yang ingin menikmati berbagai permainan air, nantinya kawasan Pantai Padang juga akan dilengkapi berbagai arena permainan air berupa banana boat, jet ski, parasailing dan aneka permainan lainnya.

Tak hanya itu, nantinya, di seputaran Danau Cimpago (blok K LPC) juga akan dibangun sebuah panggung budaya. Panggung ini nantinya akan difungsikan untuk menggelar berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau.

Untuk mempermudah pengunjung dari arah Veteran ke Pantai Padang, nantinya juga akan dibangun sebuah jembatan dari depan hotel Mercure melintas di atas Danau Cimpago menuju kawasan pantai. Selanjutnya juga akan dibangun sarana parkir di sisi barat dan sisi timur Danau Cimpago. Di sisi barat akan dibangun dengan memanfaatkan face yang ada. Sementara parkir sisi timur akan diwujudkan berupa gedung parkir yang representatif yang sekaligus berfungsi sebagai shelter bagi pengunjung.

Guna menambah kenyaman pengunjung terutama dalam beribadah, di kawasan Purus juga akan dibangun dua mushalla. Yakni di kawasan Barat dan Timur. Mushalla akan dibangun lebih representatif sehingga nyaman.(Charlie)



Sumber : http://minangkabaunews.com/artikel-7748-mantap-pemko-akan-bangun-sea-world-di-pantai-padang-sumatera-barat.html
read more

Gunung Ku Harus Bersih

Gunung Bukan Tempat Sampah



Semetara kita masih berkutat membangkitkan tentang kesadaran lingkungan sekitar, namun sekelompok anak muda ini telah berupaya tanpa pamrih membersihkan lingkungan di ketinggian ribuan meter, bukan untuk mencari populeritas, ketenaran apalagi berkampanye untuk merebut simpati.

Mereka paham betul bahwa pekerjaan ini harus dilakukan segera sebelum sampah plastik dan sampah yang tidak bisa diuraikan alam menggunung di pegunungan.

Lihatlah, betapa menderitanya alam untuk menguraikan sampah-sampah berikut ini;

- Plastik diperlukan waktu 50 - 100 tahun untuk terurai
- Puntung rokok 10 tahun
- Kaleng soft drink (alumunium) 80 - 100 tahun
- Kardus 5 bulan
- Kulit jeruk 6 bulan
- Kulit sepatu 25 - 40 tahun
- Kertas 2 - 5 bulan.
- Baterai 100 tahun
- Sterofoam tidak dapat diuraikan
- Almunium 80 - 100 tahun
- Plastik (bungkus detergen dll) 50 - 80 tahun
- Kantung plastik (tas kresek) diperlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk hancur.

Sepantasnya kita semua kagum dan berterima kasih pada anak muda generasi penerus bangsa ini dengan memberikan “like” sebagai tanda support secara moril pada mereka.

Sumber Foto: Fb Zifanno Ojjey Chaniago https://www.facebook.com/zifannoaldorino.d.chaniago?fref=ts

Salam Hormat Pareso
Junisra Syam








read more

Monday, March 21, 2016

Berburu Sunset di Taman Nirwana

Berburu SUNSET di Pantai Nirwana - Padang


Begitu banyak destinasi wisata pantai di Kota Padang-Sumbar; mulai dari Pantai Padang yang semakin mempercantik diri, Pantai Air Manis, Pantai Caroline, Pantai Sako, Pelabuhan Samudera Perikanan Bungus dan sepanjang jalan lintas Padang - Pesisir Selatan terdapat banyak pantai yang indah mempesona salah satunya adalah Pantai Nirwana yang berjarak sekitar 15 Km dari pusat Kota Padang.

Silahkan singgah di Pantai Nirwana untuk menyambut indahnya matahari tenggelam!.. Kamera Anda dapat mengabadikan penomena menakjubkan ini..

Tidak usah kawatir dengan kamera yang digunakan, keindahan alam-jingga sinar matahari sore akan menjadikan Anda bagai pemotret ulung..

Kunjungi Pantai Nirwana Padang yang juga semakin dibenahi..!









Dunsanak Pareso yang Budiman!

Untuk melihat keindahan Ranah Bundo silahkan mengunjungi Grup PARIWISATA SUMBAR https://www.facebook.com/groups/pariwisatasumaterabarat/  Kami menulis dan memberikan info, foto, dokumentasi apa adanya tanpa dipoles dan ditutup-tutupi. Ingin meraih satu tujuan bahwa negeri Sumatera Barat - Minangkabau menjadi bagian dari wilayah Nusantara yang permai dan pantas untuk di kunjungi..
Salam Hangat Pareso
Junisra Syam
read more